PT. MITRANET SOFTWARE ONLINE

IT Consultant And Software Development
Ruko Perum Griya Karang Indah,
Jalan Gerilya Tengah, Purwokerto - Jawa Tengah
Phone : (0281) 622 789 Fax : (0281) 625 789

(MBS-Online) Micro Banking System Realtime Online Antar Kantor yang dirancang khusus untuk BPR, Koperasi dan LJK Konvensional

Training of Trainer (ToT) : Mencetak Kompetensi Trainer Profesional

Post Date 2019-10-23 00:00:00

Purwokerto – Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Mitra Profesi sebagai lembaga yang berkomitmen untuk ikut serta dalam pengembangan kualitas SDM Indonesia, menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer (ToT) pada tanggal 21 – 22 Oktober 2019. Kegiatan yang digelar LKP Mitra Profesi ini merupakan salah satu program unggulan sebagai sarana pembekalan bagi mereka yang ingin menjadi trainer profesional. Drs. Djoko Budhi Setyawan, M.Sc. yang berperan sebagai fasilitator pada kegiatan ini merupakan tenaga ahli sekaligus praktisi yang berpengalaman dan bersertifikasi di bidangnya. Kegiatan ToT ini dilaksanakan di Gedung Magister Manajemen UNSOED (MM UNSOED) dengan 20 orang peserta yang terdiri dari kalangan praktisi dan akademisi.

Acara ToT dimulai dengan sambutan oleh Sobirin, SE. selaku dewan pengawas LKP Mitra Profesi sekaligus direktur PT Mitranet Software Online. Beliau menyampaikan bahwa keberhasilan suatu training sangat ditentukan oleh kompetensi seorang instruktur atau trainer dalam mempersiapkan dan menyampaikan materi. Banyak instruktur yang sangat berpengalaman dalam bidangnya namun tidak memiliki kemampuan membagi ilmu, skill dan pengalaman dalam bidang yang dikuasainya kepada orang lain. Kebutuhan akan training yang berkualitas sangat diperlukan untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja dalam perkembangan teknologi yang semakin canggih.

Gambar 1. Sobirin, SE. memberikan sambutan kepada peserta ToT

Selanjutnya Drs. Ec. Bambang Rahardjo M. selaku salah satu fasilitator LKP Mitra Profesi sekaligus Pimpinan LSP JPK Pratama Semarang menyampaikan pesan kepada peserta ToT tentang dibutuhkannya instruktur-instruktur handal baik dalam suatu perusahaan maupun institusi pendidikan dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. Pada era ini, perkembangan pesat yang terjadi dalam bidang digital economy, artificial intelligence, big data, robotic dan lain-lain, menjadi pemicu fenomena disruptive innovation. Oleh karena itu, kualitas SDM di setiap institusi harus ditingkatkan agar kita tidak tergerus persaingan global tersebut. Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Prof.Dr. Suliyanto, S.E, M.M. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto yang berharap bahwa kegiatan ini dapat berjalan lancar dan tujuan yang diharapkan dapat tercapai.

Gambar 2. Drs. Ec. Bambang Rahardjo M. memberikan sambutan kepada peserta ToT

Gambar 3. Prof. Dr. Suliyanto, S.E, M.M. memberikan sambutan kepada peserta ToT

Pada hari pertama kegiatan, para peserta mendapatkan pelatihan teknik mendesain materi presentasi yang menarik. Kegiatan selanjutnya dilanjutkan dengan metode penyampaian materi agar lebih mudah dipahami. Tujuan diadakan kegiatan tersebut adalah agar setiap trainer menjadi siap baik secara teknis maupun non-teknis. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah melalui experiential learning, di mana peserta training mengalami pengalaman sebagai trainer secara langsung selama pelatihan, dan mendapatkan feedback dari peserta dan evaluasi dari fasilitator.

Siklus training dimulai dari pemahaman utuh terhadap sebuah konsep training. Hal ini diaktualisasikan dengan penyusunan silabus, identifikasi bahan training, persiapan bahan baik materi inti maupun bahan pendukung seperti ice breaking, manajeman pelaksanaan dan evaluasi training. Trainer memegang peranan kunci dalam keberhasilan pencapaian tujuan training, sehingga seorang trainer harus mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Dengan memahami proses belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi tercapainya sasaran pelatihan maka peserta akan lebih mudah dalam menyusun rancangan mengajar dan mengembangkan teknik mengajar partisipatif dengan menggunakan metode yang tepat.

Pada hari kedua pelatihan, para peserta diberikan kesempatan untuk menyajikan materi presentasi yang telah dibuat berdasarkan instruksi yang telah diberikan dan dipelajari selama pelatihan. Presentasi dilakukan di depan para peserta ToT lainnya dan fasilitator dengan teknik yang benar agar audience dapat menangkap pesan yang disampaikan. Selanjutnya setiap peserta mendapatkan feedback dan evaluasi dari apa yang telah mereka presentasikan. Dengan model pelatihan ini, LKP Mitra Profesi berharap agar semua peserta dapat menambah pengetahuan dan pengalaman untuk meningkatkan kualitas diri sebagai seorang trainer profesional.

Gambar 4. Foto peserta dan fasilitator saat penutupan kegiatan ToT